|̲̅̅●̲̅̅|
Cepat kaki,
ringan tangan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tak ada rotan Raam Punjabi,-
|̲̅̅●̲̅̅| Uang bukan segalanya … masih ada Mastercard & Visa,-
|̲̅̅●̲̅̅| Kita seharusnya menyukai binatang … mereka rasanya lezat,-
|̲̅̅●̲̅̅| Hematlah air … mandilah berdua di bawah shower bersama kekasih,-
|̲̅̅●̲̅̅| " Barang siapa yang menghambur-hamburkan SMS dan menggunakan Pulsa dengan sia-sia maka merugilah mereka dihari penagihannya". (An-Nokia ; ayat 3310) ,-
|̲̅̅●̲̅̅| Di belakang setiap pria sukses ada seorang wanita hebat … di belakang setiap pria yg tdk sukses ada 2 wanita,-
|̲̅̅●̲̅̅| Takkan lari Nunung dikejar,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sambil menyelam buang air,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ke bukit sama mendaki, ke lurah bikin KTP,-
|̲̅̅●̲̅̅| Nasir sudah menjadi tukang bubur,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ada ubi, ada talas, ada pisang rebus,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tak ada maling yang tak retak,-
|̲̅̅●̲̅̅| Alonalon asal kelakson,-
|̲̅̅●̲̅̅| Karena nila setitik rusak susunya,-
|̲̅̅●̲̅̅| Wong ompong nyaring bunyinya,-
|̲̅̅●̲̅̅| Pakaian itu adalah pagar pelindung … pagar harusnya hanya melindungi bukan menghalangi pemandangan yang indah,-
|̲̅̅●̲̅̅| Semakin banyak belajar, semakin banyak yang kita tahu ... semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak yang kita lupa … semakin banyak yang kita lupa, semakin sedikit yang kita tahu … jadi kenapa kita sibuk belajar? ,-
|̲̅̅●̲̅̅| Masa depan tergantung pada impian kamu ... maka pergilah tidur saja sekarang.. ,-
|̲̅̅●̲̅̅| Air susu dibalas dengan Air Mail,-
|̲̅̅●̲̅̅| Maksud hati memeluk Nunung apa daya keburu digampar,-
|̲̅̅●̲̅̅| Cintailah tetangga …memang rumput tetangga lebih hijau,-
|̲̅̅●̲̅̅| Orang bijaksana tidak menikah... setelah menikah mereka menjadi bijak sana & bijak sini,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ketika masih sekolah kusadari, "Rajin Pangkal Pandai". Saat sudah bekerja ku yakini, "Hemat Pangkal Kaya". Setelah menikah kurasakan, "Nikmatnya Pangkal Paha",-
|̲̅̅●̲̅̅| Cinta itu photogenic … dia memerlukan tempat gelap untuk berkembang,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tak ada rotan Raam Punjabi,-
|̲̅̅●̲̅̅| Uang bukan segalanya … masih ada Mastercard & Visa,-
|̲̅̅●̲̅̅| Kita seharusnya menyukai binatang … mereka rasanya lezat,-
|̲̅̅●̲̅̅| Hematlah air … mandilah berdua di bawah shower bersama kekasih,-
|̲̅̅●̲̅̅| " Barang siapa yang menghambur-hamburkan SMS dan menggunakan Pulsa dengan sia-sia maka merugilah mereka dihari penagihannya". (An-Nokia ; ayat 3310) ,-
|̲̅̅●̲̅̅| Di belakang setiap pria sukses ada seorang wanita hebat … di belakang setiap pria yg tdk sukses ada 2 wanita,-
|̲̅̅●̲̅̅| Takkan lari Nunung dikejar,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sambil menyelam buang air,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ke bukit sama mendaki, ke lurah bikin KTP,-
|̲̅̅●̲̅̅| Nasir sudah menjadi tukang bubur,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ada ubi, ada talas, ada pisang rebus,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tak ada maling yang tak retak,-
|̲̅̅●̲̅̅| Alonalon asal kelakson,-
|̲̅̅●̲̅̅| Karena nila setitik rusak susunya,-
|̲̅̅●̲̅̅| Wong ompong nyaring bunyinya,-
|̲̅̅●̲̅̅| Pakaian itu adalah pagar pelindung … pagar harusnya hanya melindungi bukan menghalangi pemandangan yang indah,-
|̲̅̅●̲̅̅| Semakin banyak belajar, semakin banyak yang kita tahu ... semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak yang kita lupa … semakin banyak yang kita lupa, semakin sedikit yang kita tahu … jadi kenapa kita sibuk belajar? ,-
|̲̅̅●̲̅̅| Masa depan tergantung pada impian kamu ... maka pergilah tidur saja sekarang.. ,-
|̲̅̅●̲̅̅| Air susu dibalas dengan Air Mail,-
|̲̅̅●̲̅̅| Maksud hati memeluk Nunung apa daya keburu digampar,-
|̲̅̅●̲̅̅| Cintailah tetangga …memang rumput tetangga lebih hijau,-
|̲̅̅●̲̅̅| Orang bijaksana tidak menikah... setelah menikah mereka menjadi bijak sana & bijak sini,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ketika masih sekolah kusadari, "Rajin Pangkal Pandai". Saat sudah bekerja ku yakini, "Hemat Pangkal Kaya". Setelah menikah kurasakan, "Nikmatnya Pangkal Paha",-
|̲̅̅●̲̅̅| Cinta itu photogenic … dia memerlukan tempat gelap untuk berkembang,-
|̲̅̅●̲̅̅|
Bersatu
kita teguh, bertiga kita threesome,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti disate juga,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bagai air di daun talas, kurang kerjaan banget ngamatin air di dedaunan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ada gula ada semut. Ada semut disemprot pake Baygon. Ada banyak semut mati,-
|̲̅̅●̲̅̅| Rajin Mangkal, Kaya,-
|̲̅̅●̲̅̅| Air tenang jangan disangka tak ada buaya, tapi ada ikan paus lagi tidur siang,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bersatu kita teguh, bercerai kita ke Take Me Out,-
|̲̅̅●̲̅̅| Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, yang enaK-enak pangkal paha, rame-rame pangkalan ojek,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ada ubi ada talas. Ada Budi ada Anduk,-
|̲̅̅●̲̅̅| Uang cucuran masyarakat jatuhnya ke DPR juga,-
|̲̅̅●̲̅̅| Semut di seberang lautan keliatan, gajah di pelupuk mata kelilipan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Cinta ditolak, dukun beranak,-
|̲̅̅●̲̅̅| Jauh di mata, dekat di hati, boros di pulsa,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sedikit demi sedikit lama lama bosan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bagai kejatuhan durian runtuh, baru kali ini ada orang kejatuhan durian malah seneng,-
|̲̅̅●̲̅̅| Air susu dibalas dengan air kopi item, jadi kopi susu deh.. ,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bersatu kita teguh, bercerai kita masuk infotainment (motto selebritis) ,-
|̲̅̅●̲̅̅| Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, sama-sama berat mending dipaketin aja,-
|̲̅̅●̲̅̅| Air susu dibalas Air Supply,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sambil menyelam minumnya tetap teh botol Sosro,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sate padang sebelum hujan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti disate juga,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bagai air di daun talas, kurang kerjaan banget ngamatin air di dedaunan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ada gula ada semut. Ada semut disemprot pake Baygon. Ada banyak semut mati,-
|̲̅̅●̲̅̅| Rajin Mangkal, Kaya,-
|̲̅̅●̲̅̅| Air tenang jangan disangka tak ada buaya, tapi ada ikan paus lagi tidur siang,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bersatu kita teguh, bercerai kita ke Take Me Out,-
|̲̅̅●̲̅̅| Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, yang enaK-enak pangkal paha, rame-rame pangkalan ojek,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ada ubi ada talas. Ada Budi ada Anduk,-
|̲̅̅●̲̅̅| Uang cucuran masyarakat jatuhnya ke DPR juga,-
|̲̅̅●̲̅̅| Semut di seberang lautan keliatan, gajah di pelupuk mata kelilipan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Cinta ditolak, dukun beranak,-
|̲̅̅●̲̅̅| Jauh di mata, dekat di hati, boros di pulsa,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sedikit demi sedikit lama lama bosan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bagai kejatuhan durian runtuh, baru kali ini ada orang kejatuhan durian malah seneng,-
|̲̅̅●̲̅̅| Air susu dibalas dengan air kopi item, jadi kopi susu deh.. ,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bersatu kita teguh, bercerai kita masuk infotainment (motto selebritis) ,-
|̲̅̅●̲̅̅| Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, sama-sama berat mending dipaketin aja,-
|̲̅̅●̲̅̅| Air susu dibalas Air Supply,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sambil menyelam minumnya tetap teh botol Sosro,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sate padang sebelum hujan,-
|̲̅̅●̲̅̅|
Buruk
rupa, cermin pun disalahkan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ringan sama dipikul, berat minta dibawain,-
|̲̅̅●̲̅̅| Single itu prinsip, jomblo itu nasib,-
|̲̅̅●̲̅̅| Wong ompong nyaring bunyinya,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ke bukit sama mendaki, ke lurah bikin E-KTP,-
|̲̅̅●̲̅̅| Nasir sudah menjadi tukang bubur,-
|̲̅̅●̲̅̅| Dimana ada jalan, disitu banyak mobil,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bagai kacang lupa atomnya,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bagai buah simalakama, tidak dimakan Ibu mati, dimakan Bapak kawin lagi,-
|̲̅̅●̲̅̅| Setinggi-tingginya Bangau terbang, akhirnya jadi kecap juga,-
|̲̅̅●̲̅̅| Buruk muka nggak masuk majalah,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ada uang ada barang, nggak ada uang rampok bank,-
|̲̅̅●̲̅̅| Jauh di angkot, dekat naik ojek,-
|̲̅̅●̲̅̅| Air beriak tanda ada yang tenggelam,-
|̲̅̅●̲̅̅| Lebih baik berputih tulang dari pada putih badan karena panuan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Besar pasal daripada tilang,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tua-tua keladi, udah tua jadi biang keladi,-
|̲̅̅●̲̅̅| Jangan ada janda di antara kita,-
|̲̅̅●̲̅̅| Air beriak tanda ada yang boker,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tak kenal maka tak sayang, mau kenalan digampar pacar,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ada udang di balik tepung kentucky,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bagai telur di ujung handuk,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bagaikan Jemuran tertiup angin,-
|̲̅̅●̲̅̅| Malu bertanya, sesat di jalan. Banyak bertanya, dikira wartawan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Anjing menggonggong, maling kulkas berlalu,-
|̲̅̅●̲̅̅| Habis kumis, cukur dibuang,-
|̲̅̅●̲̅̅| Malu berak, sesak di jalan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Surga anak ada di telapak kaki ibu, surga bapak ada di antara paha ibu,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sekali melambai, dua tiga banci mengikuti,-
|̲̅̅●̲̅̅| Karena sperma setitik, bengkak perut tetangga,-
|̲̅̅●̲̅̅| Guru kencing jongkok, murid berlari ngintip,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ma’ lu bertanya, Ma’ gue yang jawab,-
|̲̅̅●̲̅̅| Maksud hati memeluk Nunung, apa daya keburu digampar Badrun,-
|̲̅̅●̲̅̅| Dimana ada kemauan, di situ ada kemaluan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Dunia maya tak selebar monitor,-
|̲̅̅●̲̅̅| Malu bertanya, sesat di jalan. Besar kemaluan, susah berjalan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Lebih baik pulang tinggal nama, daripada gagal di malam pertama,-
|̲̅̅●̲̅̅| Hormatilah wanita, niscaya engkau akan diberikan kehormatannya,-
|̲̅̅●̲̅̅| Dalam pantat yang sehat, terdapat kentut yang kuat,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bekerja keraslah, karena yang keraslah yang mampu “bekerja” ,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bukan salah bunda mengandung, salahkan bapak yang menaruh burung,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tidurlah sebelum kamu ditiduri,-
|̲̅̅●̲̅̅| Maju perut, pantat mundur,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tak ada gadis yang tak retak,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sepandai-pandai menyimpan istri Muda, akhirnya tua juga,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tak ada bini, jajan pun jadi,-
|̲̅̅●̲̅̅| Banyak belajar banyak lupa, sedikit belajar sedikit lupa, tidak belajar tidak lupa,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ringan sama dipikul, berat minta dibawain,-
|̲̅̅●̲̅̅| Single itu prinsip, jomblo itu nasib,-
|̲̅̅●̲̅̅| Wong ompong nyaring bunyinya,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ke bukit sama mendaki, ke lurah bikin E-KTP,-
|̲̅̅●̲̅̅| Nasir sudah menjadi tukang bubur,-
|̲̅̅●̲̅̅| Dimana ada jalan, disitu banyak mobil,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bagai kacang lupa atomnya,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bagai buah simalakama, tidak dimakan Ibu mati, dimakan Bapak kawin lagi,-
|̲̅̅●̲̅̅| Setinggi-tingginya Bangau terbang, akhirnya jadi kecap juga,-
|̲̅̅●̲̅̅| Buruk muka nggak masuk majalah,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ada uang ada barang, nggak ada uang rampok bank,-
|̲̅̅●̲̅̅| Jauh di angkot, dekat naik ojek,-
|̲̅̅●̲̅̅| Air beriak tanda ada yang tenggelam,-
|̲̅̅●̲̅̅| Lebih baik berputih tulang dari pada putih badan karena panuan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Besar pasal daripada tilang,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tua-tua keladi, udah tua jadi biang keladi,-
|̲̅̅●̲̅̅| Jangan ada janda di antara kita,-
|̲̅̅●̲̅̅| Air beriak tanda ada yang boker,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tak kenal maka tak sayang, mau kenalan digampar pacar,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ada udang di balik tepung kentucky,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bagai telur di ujung handuk,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bagaikan Jemuran tertiup angin,-
|̲̅̅●̲̅̅| Malu bertanya, sesat di jalan. Banyak bertanya, dikira wartawan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Anjing menggonggong, maling kulkas berlalu,-
|̲̅̅●̲̅̅| Habis kumis, cukur dibuang,-
|̲̅̅●̲̅̅| Malu berak, sesak di jalan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Surga anak ada di telapak kaki ibu, surga bapak ada di antara paha ibu,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sekali melambai, dua tiga banci mengikuti,-
|̲̅̅●̲̅̅| Karena sperma setitik, bengkak perut tetangga,-
|̲̅̅●̲̅̅| Guru kencing jongkok, murid berlari ngintip,-
|̲̅̅●̲̅̅| Ma’ lu bertanya, Ma’ gue yang jawab,-
|̲̅̅●̲̅̅| Maksud hati memeluk Nunung, apa daya keburu digampar Badrun,-
|̲̅̅●̲̅̅| Dimana ada kemauan, di situ ada kemaluan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Dunia maya tak selebar monitor,-
|̲̅̅●̲̅̅| Malu bertanya, sesat di jalan. Besar kemaluan, susah berjalan,-
|̲̅̅●̲̅̅| Lebih baik pulang tinggal nama, daripada gagal di malam pertama,-
|̲̅̅●̲̅̅| Hormatilah wanita, niscaya engkau akan diberikan kehormatannya,-
|̲̅̅●̲̅̅| Dalam pantat yang sehat, terdapat kentut yang kuat,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bekerja keraslah, karena yang keraslah yang mampu “bekerja” ,-
|̲̅̅●̲̅̅| Bukan salah bunda mengandung, salahkan bapak yang menaruh burung,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tidurlah sebelum kamu ditiduri,-
|̲̅̅●̲̅̅| Maju perut, pantat mundur,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tak ada gadis yang tak retak,-
|̲̅̅●̲̅̅| Sepandai-pandai menyimpan istri Muda, akhirnya tua juga,-
|̲̅̅●̲̅̅| Tak ada bini, jajan pun jadi,-
|̲̅̅●̲̅̅| Banyak belajar banyak lupa, sedikit belajar sedikit lupa, tidak belajar tidak lupa,-







