Athour Daily

Athour Daily

Kamera terbaik anda adalah kamera yang paling anda kuasai bukan kamera yang paling mahal yang anda beli

Athour Daily

Athour Daily

Kesabaran dan ketekunan adalah kuncinya, dapatkan foto terbaik pada saat yang terbaik

Athour Daily

Athour Daily

Modal terbesar yang dimiliki seorang Fotografer adalah mata, hati dan pikirannya

Athour Daily

Athour Daily

untuk menjadi seorang fotografer hebat tidak cukup dengan membuat foto yang bagus tapi harus membuat foto yang monumental

Athour Daily

Athour Daily

Berhenti memotret adalah virus bagi fotografer, jangan biarkan dia terlalu lama dalam diri anda, karena ia akan menyebar dan menghabisi jiwa fotografi anda

Kamis, 17 Januari 2013

PLESETAN Lucu Kepleswet


|̲̲̅̅̅̅| Ma’ lu bertanya, Ma’ gue yang jawab,-
|̲̲̅̅̅̅| Cepat kaki, ringan tangan,-

|̲̲̅̅̅̅| Tak ada rotan Raam Punjabi,-

|̲̲̅̅̅̅| Uang bukan segalanya … masih ada Mastercard & Visa,-

|̲̲̅̅̅̅| Kita seharusnya menyukai binatang … mereka rasanya lezat,-

|̲̲̅̅̅̅| Hematlah air … mandilah berdua di bawah shower bersama kekasih,-

|̲̲̅̅̅̅| " Barang siapa yang menghambur-hamburkan SMS dan menggunakan Pulsa dengan sia-sia maka merugilah mereka dihari penagihannya". (An-Nokia ; ayat 3310) ,-

|̲̲̅̅̅̅| Di belakang setiap pria sukses ada seorang wanita hebat … di belakang setiap pria yg tdk sukses ada 2 wanita,-

|̲̲̅̅̅̅| Takkan lari Nunung dikejar,-

|̲̲̅̅̅̅| Sambil menyelam buang air,-

|̲̲̅̅̅̅| Ke bukit sama mendaki, ke lurah bikin KTP,-

|̲̲̅̅̅̅| Nasir sudah menjadi tukang bubur,-

|̲̲̅̅̅̅| Ada ubi, ada talas, ada pisang rebus,-

|̲̲̅̅̅̅| Tak ada maling yang tak retak,-

|̲̲̅̅̅̅| Alonalon asal kelakson,-

|̲̲̅̅̅̅| Karena nila setitik rusak susunya,-

|̲̲̅̅̅̅| Wong ompong nyaring bunyinya,-

|̲̲̅̅̅̅| Pakaian itu adalah pagar pelindung … pagar harusnya hanya melindungi bukan menghalangi pemandangan yang indah,-

|̲̲̅̅̅̅| Semakin banyak belajar, semakin banyak yang kita tahu ... semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak yang kita lupa … semakin banyak yang kita lupa, semakin sedikit yang kita tahu … jadi kenapa kita sibuk belajar? ,-

|̲̲̅̅̅̅| Masa depan tergantung pada impian kamu ... maka pergilah tidur saja sekarang.. ,-

|̲̲̅̅̅̅| Air susu dibalas dengan Air Mail,-

|̲̲̅̅̅̅| Maksud hati memeluk Nunung apa daya keburu digampar,-

|̲̲̅̅̅̅| Cintailah tetangga …memang rumput tetangga lebih hijau,-

|̲̲̅̅̅̅| Orang bijaksana tidak menikah... setelah menikah mereka menjadi bijak sana & bijak sini,-

|̲̲̅̅̅̅| Ketika masih sekolah kusadari, "Rajin Pangkal Pandai". Saat sudah bekerja ku yakini, "Hemat Pangkal Kaya". Setelah menikah kurasakan, "Nikmatnya Pangkal Paha",-

|̲̲̅̅̅̅| Cinta itu photogenic … dia memerlukan tempat gelap untuk berkembang,-
|̲̲̅̅̅̅| Bersatu kita teguh, bertiga kita threesome,-
|̲̲̅̅̅̅| Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti disate juga,-
|̲̲̅̅̅̅| Bagai air di daun talas, kurang kerjaan banget ngamatin air di dedaunan,-
|̲̲̅̅̅̅| Ada gula ada semut. Ada semut disemprot pake Baygon. Ada banyak semut mati,-
|̲̲̅̅̅̅| Rajin Mangkal, Kaya,-
|̲̲̅̅̅̅| Air tenang jangan disangka tak ada buaya, tapi ada ikan paus lagi tidur siang,-
|̲̲̅̅̅̅| Bersatu kita teguh, bercerai kita ke Take Me Out,-
|̲̲̅̅̅̅| Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, yang enaK-enak pangkal paha, rame-rame pangkalan ojek,-
|̲̲̅̅̅̅| Ada ubi ada talas. Ada Budi ada Anduk,-
|̲̲̅̅̅̅| Uang cucuran masyarakat jatuhnya ke DPR juga,-
|̲̲̅̅̅̅| Semut di seberang lautan keliatan, gajah di pelupuk mata kelilipan,-
|̲̲̅̅̅̅| Cinta ditolak, dukun beranak,-
|̲̲̅̅̅̅| Jauh di mata, dekat di hati, boros di pulsa,-
|̲̲̅̅̅̅| Sedikit demi sedikit lama lama bosan,-
|̲̲̅̅̅̅| Bagai kejatuhan durian runtuh, baru kali ini ada orang kejatuhan durian malah seneng,-
|̲̲̅̅̅̅| Air susu dibalas dengan air kopi item, jadi kopi susu deh.. ,-
|̲̲̅̅̅̅| Bersatu kita teguh, bercerai kita masuk infotainment (motto selebritis) ,-
|̲̲̅̅̅̅| Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, sama-sama berat mending dipaketin aja,-
|̲̲̅̅̅̅| Air susu dibalas Air Supply,-
|̲̲̅̅̅̅| Sambil menyelam minumnya tetap teh botol Sosro,-
|̲̲̅̅̅̅| Sate padang sebelum hujan,-
|̲̲̅̅̅̅| Buruk rupa, cermin pun disalahkan,-
|̲̲̅̅̅̅| Ringan sama dipikul, berat minta dibawain,-
|̲̲̅̅̅̅| Single itu prinsip, jomblo itu nasib,-
|̲̲̅̅̅̅| Wong ompong nyaring bunyinya,-
|̲̲̅̅̅̅| Ke bukit sama mendaki, ke lurah bikin E-KTP,-
|̲̲̅̅̅̅| Nasir sudah menjadi tukang bubur,-
|̲̲̅̅̅̅| Dimana ada jalan, disitu banyak mobil,-
|̲̲̅̅̅̅| Bagai kacang lupa atomnya,-
|̲̲̅̅̅̅| Bagai buah simalakama, tidak dimakan Ibu mati, dimakan Bapak kawin lagi,-
|̲̲̅̅̅̅| Setinggi-tingginya Bangau terbang, akhirnya jadi kecap juga,-
|̲̲̅̅̅̅| Buruk muka nggak masuk majalah,-
|̲̲̅̅̅̅| Ada uang ada barang, nggak ada uang rampok bank,-
|̲̲̅̅̅̅| Jauh di angkot, dekat naik ojek,-
|̲̲̅̅̅̅| Air beriak tanda ada yang tenggelam,-
|̲̲̅̅̅̅| Lebih baik berputih tulang dari pada putih badan karena panuan,-
|̲̲̅̅̅̅| Besar pasal daripada tilang,-
|̲̲̅̅̅̅| Tua-tua keladi, udah tua jadi biang keladi,-
|̲̲̅̅̅̅| Jangan ada janda di antara kita,-
|̲̲̅̅̅̅| Air beriak tanda ada yang boker,-
|̲̲̅̅̅̅| Tak kenal maka tak sayang, mau kenalan digampar pacar,-
|̲̲̅̅̅̅| Ada udang di balik tepung kentucky,-
|̲̲̅̅̅̅| Bagai telur di ujung handuk,-
|̲̲̅̅̅̅| Bagaikan Jemuran tertiup angin,-
|̲̲̅̅̅̅| Malu bertanya, sesat di jalan. Banyak bertanya, dikira wartawan,-
|̲̲̅̅̅̅| Anjing menggonggong, maling kulkas berlalu,-
|̲̲̅̅̅̅| Habis kumis, cukur dibuang,-
|̲̲̅̅̅̅| Malu berak, sesak di jalan,-
|̲̲̅̅̅̅| Surga anak ada di telapak kaki ibu, surga bapak ada di antara paha ibu,-
|̲̲̅̅̅̅| Sekali melambai, dua tiga banci mengikuti,-
|̲̲̅̅̅̅| Karena sperma setitik, bengkak perut tetangga,-
|̲̲̅̅̅̅| Guru kencing jongkok, murid berlari ngintip,-
|̲̲̅̅̅̅| Ma’ lu bertanya, Ma’ gue yang jawab,-
|̲̲̅̅̅̅| Maksud hati memeluk Nunung, apa daya keburu digampar Badrun,-
|̲̲̅̅̅̅| Dimana ada kemauan, di situ ada kemaluan,-
|̲̲̅̅̅̅| Dunia maya tak selebar monitor,-
|̲̲̅̅̅̅| Malu bertanya, sesat di jalan. Besar kemaluan, susah berjalan,-
|̲̲̅̅̅̅| Lebih baik pulang tinggal nama, daripada gagal di malam pertama,-
|̲̲̅̅̅̅| Hormatilah wanita, niscaya engkau akan diberikan kehormatannya,-
|̲̲̅̅̅̅| Dalam pantat yang sehat, terdapat kentut yang kuat,-
|̲̲̅̅̅̅| Bekerja keraslah, karena yang keraslah yang mampu “bekerja” ,-
|̲̲̅̅̅̅| Bukan salah bunda mengandung, salahkan bapak yang menaruh burung,-
|̲̲̅̅̅̅| Tidurlah sebelum kamu ditiduri,-
|̲̲̅̅̅̅| Maju perut, pantat mundur,-
|̲̲̅̅̅̅| Tak ada gadis yang tak retak,-
|̲̲̅̅̅̅| Sepandai-pandai menyimpan istri Muda, akhirnya tua juga,-
|̲̲̅̅̅̅| Tak ada bini, jajan pun jadi,-
|̲̲̅̅̅̅| Banyak belajar banyak lupa, sedikit belajar sedikit lupa, tidak belajar tidak lupa,-